Kembali

3 menit waktu baca

Jangan Memberikan Hadiah Ini kepada Orang Tionghoa!

By ID LingoAce Team |Indonesia |May 16, 2023

Trending
blog-images

Parents, kalau kalian ingin memberikan hadiah pada teman kalian yang orang Tionghoa, ada beberapa hal yang harus kalian hindari dan jangan kalian berikan ke mereka, lho! Beberapa hadiah ini dianggap tabu oleh masyarakat Tionghoa karena konon katanya berbagai hadiah ini bisa mewujudkan hal-hal yang tidak diinginkan. Kira-kira apa saja, ya, hadiah-hadiah yang harus dihindari ini? Coba liat beberapa hadiah itu di bawah ini, ya!

1. Cermin

Yang ada di daftar pertama adalah cermin! Masyarakat Tionghoa umumnya sangat menghindari memberikan cermin ke teman atau kerabatnya. Hal ini dikarenakan mereka percaya bahwa memberikan cermin bisa mengundang roh jahat. Selain itu, cermin juga merupakan salah satu barang pecah belah dan jika suatu barang pecah, hal itu dianggap sebagai suatu pertanda buruk yang akan datang.

2. Benda tajam

Benda tajam memang membahayakan jika diberikan pada orang lain, karena benda ini sudah jelas bisa melukai seseorang tanpa sengaja jika tersenggol atau tergores. Selain itu, benda tajam seperti gunting, pisau, dan lainnya memiliki makna tersembunyi bahwa yang memberikan benda ini ingin memutuskan hubungan dengan orang yang diberikan. Nah, jadi parents, hati-hati, ya, jangan pilih benda yang memiliki ujung yang tajam jika saat memilih hadiah untuk seseorang.

3. Benda yang berjumlah empat atau berhubungan dengan angka empat

Jumlah benda yang ingin kalian berikan pada orang lain juga harus kalian perhatikan, lho! Sudah bukan rahasia lagi kalau angka empat memang dipercaya atau identik dengan pembawa malapetaka. Karena itu, masyarakat Tionghoa sangat menghindari memberikan hadiah berjumlah empat. Lebih baik kalian memberikan hadiah dalam jumlah lebih sedikit atau lebih banyak.

4. Bunga putih

Bunga putih dipercaya melambangkan duka atau rasa sedih. Karena itulah, bunga putih dianggap kurang pantas jika diberikan sebagai hadiah. Selain itu, sebaiknya kalian juga menghindari memberikan hadiah lainnya yang berwarna putih atau dibungkus dengan kertas kado berwarna putih. Hal ini memang dianggap tidak etis di kalangan masyarakat Tionghoa. Lebih baik kalian membungkus hadiah kalian dengan kertas kado berwarna merah, ya! Karena, warna merah dipercaya bisa membawa keberuntungan.

5. Payung

Dalam bahasa Mandarin, benda ini memiliki pelafalan san-san. Cara pengucapan ini sangat mirip dengan san yang memiliki arti putus. Agak mirip seperti asal-usul hadiah benda tajam yang sudah disebutkan sebelumnya, memberikan hadiah payung bisa memiliki makna ingin memutuskan hubungan dengan orang yang diberikan hadiah. Namun, sebenarnya, banyak pasangan Tionghoa yang menggunakan benda ini sebagai kode jika mereka ingin memutuskan hubungan mereka bersama pacarnya, lho!

6. Sapu tangan

Umumnya, masyarakat Tionghoa memberikan sapu tangan ke orang lain setelah mereka menghadiri pemakaman. Karena itu, sapu tangan memiliki makna lambang perpisahan selamanya. Memberikan sapu tangan pada sahabat atau kekasih menurut budaya Tionghoa bisa membuat hubungan menjadi renggang yang akhirnya akan membuat mereka menjadi putus hubungan.

7. Jam dinding atau arloji

Wah, padahal memberikan seseorang jam itu merupakan hadiah yang sangat bagus dan memorable, bukan? Biasanya hadiah jam memiliki makna bahwa orang tersebut mengapresiasi waktu yang telah diberikan atau sebagai benda kecil sederhana yang bisa digunakan dan dibawa ke mana ia pergi. Namun, dalam budaya Tionghoa, hal ini berbeda, nih! Memberikan jam adalah salah satu pantangan yang harus dihindari dalam memilih hadiah. Hal ini dikarenakan jika dalam bahasa Mandarin, memberikan jam memiliki pelafalan sòng zhōng, yang juga memiliki arti pemakaman. Wah, dua kata yang sangat bertentangan, bukan? Selain itu, dalam budaya Tionghoa memberikan hadiah jam juga memiliki makna bahwa mereka justru kehabisan waktu, bukan mengapresiasi waktu.

8. Sepatu

Sepatu merupakan hadiah yang sebenarnya cukup umum dijadikan sebagai hadiah, bukan? Namun, dalam budaya Tionghoa sebisa mungkin kalian hindari memberikan sepatu pada orang lain, ya! Dalalm bahasa Mandarin, pelafalan sepatu adalah ‘xie’ yang sebenarnya memiliki makna lain juga, yaitu sial. Jadi, jika kalian memberikan hadiah ini pada orang lain, konon katanya akan membawa sial bagi keduanya, lho!

Nah, sekarang kalian sudah tahu, kan, benda atau hadiah apa saja yang sebaiknya kalian hindari jika kalian sedang mencari hadiah untuk orang lain? Untuk ke depannya, semoga parents bisa jadi lebih baik lagi, ya, dalam memilih hadiah. Nah, kalian tentunya juga ingin si kecil tahu fakta-fakta unik soal budaya Tionghoa seperti ini, kan?

Kalau kalian ingin si kecil mempelajari budaya Tionghoa, fakta unik lainnya, dan sekaligus belajar bahasa Mandarin, ada satu platform yang pas banget, nih, untuk mereka! Ajak mereka untuk belajar dan bersenang-senang di LingoAce, yuk! LingoAce adalah platform e-learning nomor satu untuk anak usia 6 hingga 15 tahun. Guru-guru yang mengajar di LingoAce adalah guru native speaker terbaik dan juga LingoAce memiliki berbagai kurikulum yang sudah terakreditasi secara global untuk memenuhi berbagai kebutuhan belajar setiap anak yang berbeda-beda.

Mau tahu seperti apa program belajar yang cocok untuk si kecil? Konsultasikan saja langsung ke tim LingoAce dan ikuti kelas free trial-nya di sini!

Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi media sosial Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id, ya!

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​