
Ada banyak sekali ulasan positif dan negative yang membahas drama asal Korea ini. Banyak sekali yang berpendapat kalau ‘Snowdrop’ gagal memanfaatkan potensi cerita dan pemainnya dengan baik. Nah, kira-kira apa yang membuat drama ini katanya belum maksimal, ya? Lihat ulasan singkatnya di sini, yuk!
Sinopsis
‘Snowdrop’ menceritakan soal dua orang mahasiswa yang bertemu—dan tentunya jatuh cinta dalam situasi yang kompleks. Young-ro (Jisoo BLACKPINK) adalah seorang mahasiswa Sastra Inggris di Universitas Perempuan Hosu. Sedangkan Lim Soo-ho (Jung Hae-in) adalah seroang mahasiswa pascasarjana dari sebuah universitas di Jerman dan kembali ke Korea Selatan. Namun, sebenarnya dia adalah seorang mata-mata asal Korea Utara yang enggak sengaja dianggap sebagai seorang aktivis pendukung demokrasi.
Lalu saat ada sebuah demonstrasi besar-besaran berlangsung, ada banyak sekali pelajar dan warga yang ditangkap karena mereka dianggap dan dituduh sebagai mata-mata dari Korea Utara yang dianggap sebagai dalang Gerakan demokrasi ini. Selain itu, ada banyak juga warga yang disiksa atau dipaksa untuk mengaku atau mengklaim berbagai tuduhan yang dijatuhkan pada mereka.
Jadi, kenapa kisah ini dianggap sebagai kisah yang kontroversi, ya?
Kisah ini berlatar belakang waktu saat Gerakan Demokratisasi Gwangju di Korea Selatan berlangsung. Penulis scenario dari ‘Snowdrop’ sayangnya juga kurang memanfaatkan latar kisah ini dengan benar-benar baik. Sang penulis tidak terlihat seperti menggunakan gejolak politik ini secara menyeluruh. Padahal, kisah latar politik seperti ini bisa dimanfaatkan sebagai salah satu plot utama jika dikemas dengan baik.
Nah, yang lebih kontroversialnya lagi, masyarakat di Korea menilai bahwa persoalan politik ini sebenarnya diceritakan jauh dari fakta yang sebenarnya ada! Banyak yang menjadi takut jika para pemuda-pemudi di Korea menonton ‘Snowdrop’, mereka akan salah mengartikan apa yang sebenarnya terjadi di Korea Selatan pada saat itu. Lebih lagi, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, drama ini diperankan oleh Jisoo BLACKPINK yang memiliki penggemar dari anak kecil hingga dewasa.
Selain soal latar politiknya, nama karakter yang diperankan oleh Jisoo BLACKPINK juga menjadi perdebatan, lho! Pada awalnya, nama karakter yang diperankan oleh anggota BLACKPINK ini adalah Young-cho. Namun, nama ini sebenarnya bukanlah nama yang asing bagi warga di Korea karena beliau memang tokoh gerakan demonstrasi di Korea Selatan. Suami Young-cho pun juga merupakan pendukung demokrasi yang disiksa hingga mati dengan tuduhan palsu. Karena mendapat kritikan dari masyarakat yang sudah mendapatkan sinopsisnya, crew ‘Snowdrop’ pun akhirnya mencapai kesepakatan untuk mengubah nama karakter perempuannya.
Pada episode pertamanya, ‘Snowdrop’ menggunakan lagu bersejarah yang berjudul Sola Blue Sola yang di dalam liriknya menceritakan soal kesedihan dan kemenangan para pejuang demokrasi. Lagu ini digunakan sebagai latar belakang saat Lum Soo-ho dikejar oleh Lee Gang-mu. Scene ini menuai kritik keras karena dianggap tidak simpatik terhadap lagu tersebut, menurut publik penggunaan lagu yang salah ini akan mendiskreditkan gerakan prodemokrasi yang dilakukan oleh para pelajar di saat itu. Ditambah lagi, karena drama Korea ini ditayangkan di Disney+ juga, hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan para penonton internasional memiliki persepsi yang salah soal gerakan ini.
Di puncak itu semua, akibat berbagai kontroversi yang datang dari kisah ini, para sponsor menarik diri dari proyek ini, lho! Salah satu sponsor besar yang menarik diri dari ‘Snowdrop’ adalah P&J Group.
Nah, siapa saja, nih, parents yang suka menonton atau marathon drama Korea bersama si kecil dan keluarga di rumah? Memang, ya, saking serunya menonton drama Korea, biasanya kita jadi suka lupa waktu dan akhirnya banyak hal yang tertinggal atau lupa untuk dilakukan! Hal ini, nih, yang harus dihindari, jangan sampai parents jadi seperti ini, ya!
Ditambah lagi, kalau sampai kalian lupa menemani si kecil melakukan berbagai aktivitas harian yang sudah wajib atau seharusnya mereka lakukan, seperti contohnya belajar. Jangan lupa untuk membatasi waktu screen time anak agar mereka enggak kebablasan dalam menonton televisi atau menggunakan gadget lainnya di rumah.
Daripada waktu screen time anak dihabiskan untuk melakukan aktivitas yang enggak penting, mending kalian coba ajak mereka untuk melakukan hal yang lebih positif seperti belajar, yuk! Eh, tapi jangan ajak mereka untuk mengisi waktu luang mereka dengan aktivitas belajar yang membosankan, ya!
Kalian bisa coba ajak si kecil untuk mencoba belajar bahasa Mandarin di LingoAce, sebuah platform e-learning bahasa Mandarin untuk anak usia 6 hingga 15 tahun! Di sana, mereka akan belajar bahasa Mandarin dengan cara-cara yang seru dan interaktif, serta diajarkan oleh guru native speaker terbaik!
Yang membuat LingoAce berbeda adalah LingoAce memiliki berbagai kurikulum untuk menyesuaikan kebutuhan belajar anak dan kurikulum yang digunakan oleh LingoAce juga sudah terakreditasi secara global. Jadi, kalau si kecil belum pernah belajar bahasa Mandarin atau masih belum paham dasar-dasar bahasa Mandarin, tenang saja, ya! LingoAce punya program belajar yang tepat untuknya!
Mau coba kelas free trial dan konsultasi langsung dengan tim LingoAce? Klik link ini sekarang!
Jangan lupa untuk follow Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id untuk informasi terbaru dari LingoAce, ya, parents!



