Kembali

3 menit waktu baca

Sejarah dan Asal-usul Festival Ceng Beng di China

By ID LingoAce Team |Indonesia |May 16, 2023

Trending
blog-images

Sepertinya negara yang satu ini memang enggak pernah kehabisan akal untuk merayakan sesuatu, ya? Ada banyak sekali festival atau perayaan yang seru dan unik di sana. Mulai dari festival kue bulan, hingga festival yang Ceng Beng yang unik ini, nih. Kalau parents sendiri, sudah pernah belum dengar soal festival ini sebelumnya? 

Selain memiliki nama Festival Ceng Beng, festival ini juga dikenal dengan nama lain, lho. Festival ini juga disebut dengan Festival Qing Ming, Hari Semua Arwah, Festival Ziarah Kuburan, Festival Bersih Terang, Hari Menyapu Kuburan, dan Hari Peringatan Musim Semi. 

Untuk masyarakat Tionghoa, perayaan ini mereka lakukan untuk mengingat dan menghormati nenek moyang mereka. Upacara ini dianggap krusial oleh kebanyakan orang Tionghoa, bahkan beberapa masyarakat Tionghoa di Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia juga masih melakukan upacara ini, lho.  

Biasanya, para petani Tionghoa melaksanakan upacara ini 10 hari sebelum atau sesudah hari Qing Ming. Saat bertepatan di hari Qing Ming, biasanya orang-orang bepergian untuk bertemu dengan anggota keluarganya yang lain dan mulai membajak sawah. Selain melakukan hal-hal itu, mereka juga suka bermain layangan juga, lho, yang berbentuk binatang atau karakter dari Opera China.  

Fakta unik lainnya adalah, satu hari sebelum Qing Ming adalah hari hari Han Shi Jie yang diciptakan oleh Chong’er, seorang Bangsawan dari negara Jin. Pada suatu hari, ia pernah tidak sengaja membunuh anak buah yang merupakan sekaligus teman baiknya, ia bernama Jie Zhitui. Jie Zhitui beserta ibunya secara tidak sengaja terbakar di sebuah acara pembakaran hutan karena Chong’er.  

Karena hal ini, pada hari Han Shi Jie masyarakat Tionghoa tidak diizinkan untuk memanaskan makanan mereka dan akhirnya disebut dengan Festival Makanan Dingin. Nah, 300 tahun kemudian, perayaan Han Shi Jie ini dikombinasikan dengan festival Qing Ming. 

Asal-usul upacara Qing Ming ini pun konon diciptakan oleh Kaisar Xuan Zong pada tahun 732 (Dinasti Tang) sebagai pengganti acara pemujaan nenek moyang yang konon caranya terlalu mahal dan rumit. Untuk mempermudah segalanya, Kaisar Xuan Zhong mengumumkan penghormatan tersebut cukup dilakukan dengan mengunjungi kuburan nenek moyang pada hari Qing Ming. 

Tentang Jie Zhitui

Pada mulanya, Chong’er dari Dinasti Jin difitnah oleh salah satu selir raja. Karena kekesalannya, ia melarikan diri ke gunung bersama para pengawalnya. Proses pelarian diri ini terjadi begitu cepat, mereka tidak mempersiapkan apa pun, akhirnya setelah berada di atas gunung, mereka berdua pun kelaparan. Lalu, pengawal Chong’er yang bernama Jie Zhitui pun maju untuk membuat atasannya menjadi lebih tenang.  

Ia memotong salah satu bagian badannya dan memasaknya agar Chong’er tidak kelaparan. Chong’er merasa sedih tapi kebesaran hati Jie Zhitui memang luar biasa, dalam kondisi yang sangat memberatkannya pun, ia masih tetap menghibur Chong’er dan memintanya agar ia tetap bertahan hingga Chong’er bisa kembali ke istana dan merebut tahta dari selir yang telah memfitnahnya. 

Setelah tiga tahun berlalu dalam kondisi yang sangat berat di gunung, sang selir pun meninggal dunia. Sebuah pasukan tentara datang untuk menjemput Chong’er agar ia kembali tinggal di istana. Chong’er mengajak Jie Zhitui untuk kembali ke istana tapi ia menolaknya. Ia berpamitan pada Chong’er karena ia memutuskan untuk tetap tinggal di gunung bersama ibunya. 

Ketika Chong’er kembali ke istana, ia memiliki tujuan untuk mengundang anak buahnya yang paling setia kembali tinggal bersamanya tapi Jie Zhitui tidak bisa ditemukan. Akhirnya, Chong’er memerintahkan tentara untuk membakar hutan di gunung itu agar Jie Zhitui segera keluar menemuinya.  

Namun, yang terjadi justru malah sebaliknya, ia menemukan Jie Zhitui bersama ibunya di bawah pohon. Chong’er merasa sedih dan terpukulakan hal ini, dan karenanya ia memperingati hari itu sebagai hari Han Shi. Pada saat peringatan hari ini, sang kaisar tidak mengizinkan siapa pun menyalakan api untuk memasak, sehingga peringatan ini dikenal sebagai sebutan Perayaan Makan Dingin. 

Pada akhirnya, dua perayaan ini, Han Shi dan Qing Ming disatukan, walau pada akhirnya Han Shi mulai terlupakan dan hanya merayakan Qing Ming. Selain peryaan Imlek, Qing Ming atau Ceng Beng dianggap sebagai hari nasional yang sangat penting dan berbagai kegiatan diliburkan selama beberapa hari, karena pada saat inilah seluruh anggota keluarga berkumpul bersama dan mengingat leluhur mereka. 

Wah, sebuah pengabdian yang luar biasa dari Jhi Zhitui, ya? Membayangkan seseorang yang merelakan hidupnya untuk teman sekaligus atasannya. Apakah kalian sudah pernah mendengar soal perayaan unik ini sebelumnya? Lalu, apakah kalian ingin si kecil tahu lebih banyak tentang perayaan di China? Jika jawaban kalian iya, ada tempat yang perfect sekali untuk kalian dan si kecil! 

Di LingoAce, anak bisa belajar bahasa Mandarin sekaligus berbagai kisah menarik soal budaya China dengan cara yang sangat menyenangkan. Selain itu platform e-learning bahasa Mandarin ini memang dikhususkan oleh anak-anak usia 6 hingga 15 tahun, sehingga para pengajar native speaker yang ada di LingoAce sudah dilatih khusus untuk mengajarkan anak-anak dan bisa membuat pembelajaran jadi lebih menyenangkan! 

Mau tahu lebih banyak soal kelas bahasa Mandarin di LingoAce? Konsultasikan saja dengan tim LingoAce dan daftar kelas free trial-nya juga, yuk! 

Untuk informasi lebih lengkap dan konten menarik lainnya, follow Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id, ya!

All members of the team have a background in linguistic education, strong bilingual abilities, and at least two years of international experience. They have a good understanding of the living environment and language environment overseas, focusing on the language learning experience for children aged 3-15. They continue to introduce Chinese culture to children across the globe, and are the best storytellers in LingoAce, helping to facilitate language learning for parents overseas.​