
Tentunya kalian tahu, kan, kalau negara China ini memiliki berbagai macam budaya yang unik dan perayaan yang seru. Nah, ada lagi, nih, festival di China yang sangat unik yang bernama Festival Chong Yang atau Festival Sembilan Ganda. Festival ini dinamakan Festival Sembilan Naga karena festival ini dirayakan pada hari kesembilan dari bulan kesembilan dalam kalender Tionghoa.
Chong memiliki arti ganda atau double dalam bahasa Mandarin. Dengan tanggal yang sangat khas ini, masyarakat Tionghoa percaya bahwa hari ini patut untuk dirayakan secara terus-menerus. Pelafalan angka 9-9 dalam bahasa Mandarin memiliki arti selamanya. Nah, dalam konteks ini bisa dibilang atau diartikan sebagai makna panjang umur, yang pada akhirnya pemerintah China menetapkan Festival Chong Yang sebagai Hari Orang Tua Nasional. Mau tahu seperti apa asal-usul festival ini? Lihat sampai bawah, ya!
Kalian mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah Yin dan Yang. Berdasarkan kitab klasik I-Ching atau Kitab Perubahan, angka 6 itu mewakili karakter Yin yang memiliki arti feminim dan dingin, sedangkan angka 9 yang memiliki bentuk sebaliknya memiliki arti maskulin dan panas. Sehingga, tanggal 9 bulan 9 dianggap sebagai hari di mana hawa panas menjadi dua kali lipat karena angka sembilan muncul dua kali. Nah, karena hawa panas ini, hari tersebur dipercaya bisa membawa banyak bencana dan penyakit. Untuk menghindari berbagai hal yang ingin dihindari, orang-orang pun mengambil hari libur selama satu hari dan pergi melakukan hal-hal yang memang mereka sukai. Banyak dari masyarakat Tionghoa yang memilih mendaki gunung sebagai salah satu aktivitas yang mereka pilih di hari libur ini. Selain itu, untuk menjaga kesehatan, masyarakat Tionghoa juga diajak untuk melakukan ritual minum teh dan arak dari bunga chrysanthemum, sehingga festival ini juga memiliki nama lain yaitu Festival Chrysanthemum dan Festival Mendaki Ketinggian.
Mendaki gunung dan menikmati alam serta pemandangannya
Pada zaman dahulu, orang-orang melakukan pendakian gunung untuk berburu binatang. Namun, dengan seiring berjalannya waktu, masyarakat Tionghoa melakukan kegiatan ini sebagai hiburan untuk menikmati alam dengan cuaca yang sejuk dan cerah karena pada penanggalan ini suasana alam di China masih bernuansa musim gugur sebelum musim dingin. Selain untuk menikmati pemandangan, mereka juga menggunakan hari ini sebagai momen untuk mencari tanaman obat pegunungan sebagai persiapan mereka di musim dingin nanti.
Menjaga kesehatan
Seperti yang disebutkan sebelumnya, nama lain festival ini adalah Festival Chrysanthemum. Nah, pada hari ini dipercaya juga bahwa hari ini bisa membawa Kesehatan karena masyarakat Tionghoa akan meminum teh dan arak dari bunga chrysanthemum meskipun hari ini juga dianggap sebagai hari yang bisa membawa berbagai bencana dan penyakit. Konon, orang pertama yang memperkenalkan ritual ini adalah Tao Yuanming, seorang penyair pada waktu Dinasti Jin. Bunga ini memiliki khasiat untuk meredakan panas dalam, tekanan darah tinggi, diabetes, sakit kepala, dan masih banyak lagi. Bunga ini juga dipercaya memiliki daya tahan yang tinggi ketika cuaca sangat dingin karena mereka tetap bisa bermekaran dengan sangat indah. Bunga ini bisa dianggap sebagai sebuah lambang keteguhan dan kekuatan, sehingga bunga ini dijuluki Teman Memperpanjang Usia yang membuat para kaum lansia suka untuk mengonsumsinya.
Kue Festival Chong Yang
Di hari yang spesial ini, masyarakat Tionghoa akan memakan Chong Yang Gao yang merupakan makanan khas di festival ini. Dalam bahasa Mandarin, Gao memiliki pelafalan yang mirip dengan ketinggian dalam bahasa Mandarin. Harapan masyarakat Tionghoa saat mereka memakan kue ini adalah mereka bisa mendapatkan peningkatan dalam berbagai bidang kehidupan. Kue Chong Yang dikenal juga dengan nama Kue Bunga, Kue Chrysanthemum, Kue 5 Warna. Padahal, tidak ada bentuk yang benar-benar spesifik dalam membuat bentuk ini.
Legenda Festival Chong Yang
Pada zaman Dinasti Han Timur, di sebuah sungai ada makhluk jahat yang bernama Wen Mo dan ia bisa menyebarkan penyakit. Tiap kali ia muncul, ada banyak sekali warga yang akhirnya menjadi sakit parah atau bahkan meninggal dunia. Karena, keadaan ini dianggap genting dan mengkhawatirkan, seorang pemuda yang bernama Huan Jing memiliki tekad yang besar untuk mengalahkan Wen Mo. Ia pun belajar pada seorang Dewa yang bernama Fei Chang Fang. Lalu, pada tanggal 9 bulan 9, pemuda ini akhirnya berhasil mengalahkan monster jahat tadi. Nah, kemenangannya inilah yang dirayakan masyarakat Tionghoa.
Sepertinya membahas festival yang ada di China memang tidak akan ada habisnya, ya? Masyarakat Tionghoa selalu memiliki alasan yang unik untuk merayakan sesuatu! Mempelajari budaya dan kebiasaan mereka memang bisa menjadi suatu kegiatan yang seru dan menarik. Apakah kalian ingin pengetahuan si kecil soal hal-hal seperti ini juga bertambah? Kalian bisa mengajak mereka mulai memahami budaya Tionghoa dari mempelajari bahasa yang digunakan di China, lho!
Yuk, ajak si kecil untuk mencoba mendalami bahasa Mandarin agar pengetahuan mereka bisa bertambah hingga menjadi semakin luas! Enggak perlu bingung mencari ke mana tempat yang tepat untuk memulai perjalanan belajar bahasa Mandarin anak, kalian bisa dengan mudah mulai dari rumah bersama LingoAce!
Di LingoAce, anak-anak bisa belajar bahasa Mandarin dengan cara yang seru dan menyenangkan, serta diajarkan oleh guru native speaker pilihan terbaik, sehingga mereka bisa mempelajari pelafalan bahasa Mandarin langsung dari ahlinya! Selain itu, LingoAce juga memiliki berbagai macam kurikulum dan program belajar agar bisa menyesuaikan dengan kemampuan bahasa Mandarin tiap anak. Jadi, kalian jangan khawatir, ya, kalau si kecil belum bisa bahasa Mandarin sama sekali! Tentunya LingoAce memiliki kurikulum yang pas untuk mereka, kok!
Jangan ditunda-tunda lagi, yuk, daftar dan coba kelas free trial LingoAce sekarang! Jangan lupa juga follow Instagram LingoAce Indonesia di @lingoace.id agar kalian bisa selalu tahu promo terbaru dan menarik dari LingoAce, serta tips parenting, hingga kosakata harian Mandarin yang bisa kalian pelajari!



